Senin, 31 Juli 2017

Tanda Gejala Preeklamsia Eklamsia Dan Bahayanya

Tanda gejala ancaman gangguan ancaman kehamilan berupa preeklamsi dan eklamsi pada ibu hamil perlu diketahui dan dipahami dengan baik oleh para ibu yang sedang dalam masa kehamilan selama 9 bulan tersebut.

Bahaya eklamsia dan preeklamsi pada kehamilan dan janin juga perlu diwaspadai karena memang akhirnya hal ini akan mengganggu kesehatan ibu hamil dan juga janin di dalam kandungan sang ibu.

Bahaya Pre eklampsia juga mampu kuat pada kesehatan janin dalam kandungan bila anutan darah melalui plasenta terganggu , bayi mampu kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga mampu menghambat pertumbuhan janin secara normal dan mampu mengancam kelangsungan hidup janin sendiri.

Preeklamsi


Tekanan darah pada ibu hamil perlu diperhatikan. Jika terlalu tinggi mampu berakibat fatal menyerupai menjadikan preeklamsia. Jika tak diobati , ibu dan janinnya mampu mengalami komplikasi.

Pengertian definisi preeklamsia yaitu keadaan dimana hipertensi disertai dengan proteinuria , edema atau kedua-duanya yang terjadi akhir kehamilan setelah ahad ke 20 atau kadang kala timbul lebih awal bila terdapat perubahan hidatidiformis yang luas pada vili dan korialis.

Denisi pengertian preeklamsia yaitu penyakit dengan tanda-tanda hipertensi , proteinuria , dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke tiga pada kehamilan , tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa.

Tanda Gejala Preeklamsia Eklamsia Dan Bahayanya

Penyebab etiologi preeklamsi ketika ini tak mampu diketahui dengan pasti , walaupun penelitian yang dilakukan terhadap penyakit ini sudah sedemikian maju. Semuanya gres didasarkan pada teori yang dihubungkan dengan kejadian.

Penggolongan dan kategori preeklamsia terbagi menjadi dua yaitu preeklamsi ringan dan preeklamsia berat.

Berikut ini tanda gejala ciri-ciri preeklamsia yang terbagi menjadi dua yaitu :
Pre-eklamsia ringan tanda-tandanya antara lain :
  • Kenaikan tekanan darah diastolik 15 mmHg atau >90 mmHg dengan 2 kali pengukuran berjarak 1jam atau tekanan diastolik hingga 110 mmHg
  • Kenaikan tekanan darah sistolik 30 mmHg atau > atau mencapai 140 mmHg.
  • Protein urin nyata 1 , edema umum , kaki , jari tangan dan muka. Kenaikan BB > 1Kg/mgg.
Pre-eklampsia Berat tanda-tandanya antara lain :
  • Tekanan diastolik >110 mmhg
  • Protein urin nyata 3 , oliguria (urine , 5gr/L). hiperlefleksia , gangguan penglihatan , nyeri epigastrik , terdapat edema dan sianosis , nyeri kepala , gangguan kesadaran.
Gejala Preeklamsia antara lain yaitu berupa hal-hal sebagai berikut :
  1. Hipertensi. Tekanan darah Anda akan mengalami peningkatan. Misalnya menjadi 140/90 milimeter merkuri (mm Hg) atau lebih tinggi.
  2. Berat tubuh bertambah. Biasanya lebih dari 2 pon (0 ,9 kilogram) seminggu.
  3. Sakit kepala.
  4. Penglihatan terganggu (kabur , sensitif terhadap cahaya , dll).
  5. Mual dan muntah.
  6. Produksi urine menurun.
  7. Ada kandungan protein yang tinggi dalam urine (proteinuria)
  8. Nyeri perut di episode atas , biasanya di bawah tulang rusuk sisi kanan.
  9. Mengalami pembengkakan. Namun , gejala ini tidak mampu dianggap sebagai gejala dari penyakit pre-eklampsia karena hal ini kebanyakan dialami pada masa kehamilan.
Faktor Penyebab Preeklamsi antara lain yaitu sebagai berikut :
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit pre-eklampsia pada waktu hamil , antara lain:
  1. Riwayat keluarga. Bila anggota keluarga Anda ada yang mengidap penyakit ini , risiko Anda untuk mengalaminya semakin besar.
  2. Umur. Risiko pre-eklampsia pada wanita hamil muda lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang usianya lebih dari 40 tahun.
  3. Banyaknya bayi yang dikandung. Pre-eklampsia sering terjadi pada wanita yang mengandung bayi kembar , kembar tiga , atau kelipatannya.
  4. Obesitas. Apabila Anda gemuk , risiko pre-eklampsia semakin meningkat.
  5. Kurang vitamin D. Beberapa bukti menawarkan bahwa pre-eklampsia kan timbul bila Anda kekurangan vitamin D. Pada awal kehamilan , vitamin ini berfungsi sebagai pencegahan.
  6. Memiliki kadar protein tinggi. Wanita hamil yang memiliki kandungan protein tinggi dalam darah ataupun urine memiliki risiko lebih besar untuk mengidap penyakit pre-eklampsia. Pertumbuhan dan fungsi dari pembuluh darah akan terganggu oleh kandungan protein ini.
  7. Diabetes. Wanita yang menderita penyakit diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena pre-eklampsia pada kehamilannya.

Eklamsia


Eklamsi yaitu kelainan akut pada ibu hamil , ketika hamil renta , persalinan atau masa nifas ditandai dengan timbulnya kejang atau koma , dimana sebelumnya sudah menawarkan gejala-gejala pre eklamsi (hipertensi , edema , proteinuri).

Istilah eklampsia berasal dari bahasa Yunani dan berarti "halilintar". Kata tersebut dipakai karena seakan-akan gejala-gejala eklampsia timbul dengan tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda lain.

Eklampsia pada umumnya timbul pada wanita hamil atau dalam nifas dengan tanda-tanda preeklampsia. Pada wanita yang menderita eklampsia timbul serangan kejang yang diikuti oleh koma bila tidak segera menerima penanganan medis pengobatan dan perawatan eklamsia yang tepat.

Penyebab Etiologi Eklamsi

Sebab eklamsi belum diketahui benar. Salah satu teori yang dikemukakan ialah bahwa eklamsi disebabkan ischaemia rahim dan plasenta (ischaemia uteroplasenta). Selama kehamilan uterus memerlukan darah lebih banyak.

Pada molahidatidosa , hydramnion , kehamilan ganda , multipara , pada simpulan kehamilan , pada persalinan , juga pada penyakit pembuluh darah ibu , diabetes , peredaran darah dalam dinding uterus kurang , maka keluarlah zat-zat dari plasenta atau decidua yang menyebabkan vasospasmus dan hipertensi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar